MOHON MAAF, BLOG INI SEDANG DALAM PERBAIKAN

Minggu, 06 Maret 2016

Biografi Buya Yahya

Kedatangan Yahya Zainul Maarif (yang lebih akrab disapa Buya Yahya) ke Cirebon pada akhir tahun 2005 awal 2006 dalam rangka mejalankan tugas dari gurunya Rektor Universitas Al-Ahgaff Almurobbi Profesor Doktor Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun  untuk memimpin Pesantren Persiapan bagi mahasiswa sebelum kuliah ke universitas Al-Ahgaff di Yaman. Untuk menjalankan aktivitasnya, Buya Yahya mengontrak tempat di Ponpes Nuurussidiq, Tuparev-Cirebon. Itu berlangsung hingga pertengahan 2006. Dan saat itu Buya Yahya belum mendapatkan izin dari gurunya untuk berdakwah ke masyarakat.
–    Pada akhir 2006  Buya Yahya menghadap kepada gurunya di Yaman dan mulai saat itu ia telah diizinkan untuk berdakwah di masyarakat. Buya Yahya memulai berdakwah dari hal yang kecil, tidak memaksa dan apa adanya. Dengan penuh kesabaran Buya Yahya memasuki musholla-musholla kecil hingga akhirnya di mudahkan oleh Allah untuk membuka majlis- majlis taklim di Masjid terbesar di Cirebon Masjid At-Taqwa alun-alun setiap senin malam selasa yang semula hanya dihadiri 20 orang hingga saat ini jamaah  memenuhi ruangan dan halaman  masjid. Buya Yahya meyakini kemudahan ini diberikan oleh Allah karena berkat ridho dan restu para guru. Bersamaan itu juga Buya Yahya membuka puluhan majlis taklim bulanan di berbagai tempat di  Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Kabupaten Indramayu dan JABODETABEK. Diantaranya adalah majlis yang diadakan masjid Al-Imam alun-alun kota Majalengka, masjid Al-Istiqomah Cilimus Kuningan, masjid Pertamina Klayan, masjid Al-Mustaqim Weru. Dakwah Buya Yahya tidak terbatas pada masjid-masjid akan tetapi Buya Yahya juga berdakwah di beberapa swalayan dan toserba, seperti Yogya, Matahari Department Store Grage, Lembaga Pemasyarakatan Kesambi dll. Majelis yang Buya Yahya asuh diberi nama Majelis Al-Bahjah sekaligus nama pesantren yang saat ini  dirintisnya.
–    Tahap perkenalan  Buya Yahya dengan masyarakat disamping kesabaranya untuk bersilaturrahmi ke musholla-musholla dan masjid-masjid. Kebetulan Buya Yahya pada pertengahan 2006 selama satu tahun sempat berjuang di stasiun radio Islami Salma 101 FM yang saat itu Buya Yahya mendapatkan kepercayaan sebagai direktur operasional radio tersebut. Dan selama itu pula Buya Yahya mencoba menghadirkan dakwah lewat radio dengan membuat program pesantren udara dengan memadatkan acara radio dengan pengajian-pengajian.
–    Di media cetak Buya Yahya juga ikut berdakwah. Buya Yahya mengasuh rubrik tanya jawab di koran harian umum Kabar Cirebon. Dan sampai saat ini juga masih aktif mengasuh rubrik masail diniyah disebuah majalah Islami Al-Basyirah yang terbit di Jawa Timur.
–    Dimedia Televisi Buya Yahya juga pernah aktif  di acara Titian Qolbu TV one dan sampai saat ini Buya Yahya aktif di Cirebon TV dalam acara dialog interaktif setiap malam Jumat dalam acara Hidup Indah Bersama Buya Yahya.
–    Dan alhamdulillah saat inipun Buya Yahya dan tim dakwahnya (atas pertolongan Allah ) telah bisa menghadirkan Website media dakwah online di www.buyayahya.org  dan radio Islami Resmi milik pesantren yaitu RADIOQU 98.5 FM . Ini semua dilakukan dalam upaya membidik semua celah kehidupan manusia untuk bisa diisi dengan dakwah.
Perjalanan Ilmiah Buya Yahya
–    Sebelum ke Yaman Pendidikan dasar hingga SMP diselesaikan dikota kelahirannya. Disamping itu juga mengambil pendidikan agama di Madrasah Diniyah yang dipimpin oleh seorang guru yang soleh KH. Imron Mahbub di Blitar. Setelah itu melanjutkan pendidikannya di pesantren Darullughah Wadda’wah di Bangil Pasuruan Jatim dibawah asuhan Al Murobbi Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun, yaitu pada tahun 1988 hingga 1993. Pada tahun 1993 hingga 1996 mengajar dipesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan sebagai masa khidmah Buya Yahya ke pesantren tempat Buya Yahya pernah menimba ilmu.. Pada tahun 1996 berangkat ke Univ. Al-Ahgaff atas perintah sang guru Al-Murobbi Al-Habib Hasan Baharun hingga akhir 2005.
–    Buya Yahya selama 9 tahun di Yaman belajar fiqih diantaranya kepada para Mufti Hadramaut Syekh Fadhol Bafadhol, Syekh Muhammad Al Khotib, Syekh Muhammad Baudhon, dan Habib Ali Masyur Bin Hafidz.
–    Dari Habib Salim Asysyatiri Buya Yahya sempat mengambil beberapa disiplin ilmu diantaranya fiqih, aqidah, ulummul quran dan mustholah alhadits. Biarpun Buya Yahya tidak tinggal dipesantren (Rubath) Habib Salim Asysyathri Buya Yahya mendapatkan kesempatan yang sangat banyak untuk belajar dari beliau. Sebab dipagi hari Habib Salim mengajar di kampus dan sore hari hingga malam Buya Yahya mendapatkan waktu khusus selama hampir 2 tahun untuk belajar dari beliau 4 kali dalam seminggu mulai ashar hingga isya di Rubath Tarim.
–    Hadits dan ilmu haditsnya di ambil dari beberapa guru diantaranya adalah Dr Ismail Kadhim Al Aisawi dan Secara khusus Ilmu ushul fiqihnya diambil dari beberapa pakarnya diantaranya; Syekh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Syekh Muhammad Amin Assyingqiti dan Syekh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti (semuanya adalah dari Syingqiti–Mortania yang mereka adalah para ulama dalam Madhab Maliki) dan DR Mahmud Assulaimani dari Mesir.
–    Ilmu bahasa Arabnya di ambil dari Syekh Muhammad Alhafid Assyingqiti, dengan kitab terakhir yang di kaji adalah Thurah Uquduljuman dalam ilmu balaghoh, thurroh lamiyatul afal dalam ilmu shorof dan thurroh Alfiyah Ibnu Malik dalam ilmu nahwu yaitu Alfiyah Ibnu Malik dengan tambahannya menjadi 2800 nadhom. Ilmu fiqih perbandinganya diambil diantaranya dari Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan dari Mesir seorang Alim dari madhab maliki.
–    Buya Yahya sempat mengajar di Yaman selama 3 tahun di Fakultas Tarbiyah dan Dirosah Islamiah (khusus putri) Universitas Al-Ahgaff. Sekarang Buya Yahya aktif berdakwah di masyarakat dan mengasuh majelis Al-Bahjah dan pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Guru-guru  Buya Yahya.
–    Ada dua guru murobbi Buya Yahya yang sangat mempengaruhi didalam perjalanan ilmiyah Buya Yahya. Yang pertama adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun pengasuh dan pendiri Pon-pes Darullughoh Waddakwah Bangil-Pasuruan-Jawa Timur. Yang kedua adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun rektor universitas Al Ahgaff Republik Yaman. Buya Yahya mempunyai sanad ilmu dari guru-guru yang sangat jelas. Selain dari murobbi dan mursidnya tersebut guru Buya Yahya amat banyak , diantaranya adalah :
–    A-Dari indonesia.
–    1-Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso
–    2-Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil
–    3-Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.
–    4-Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil
–    5-Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang
–    6-Habib Abdullah Maulahailah, Malang.
–    7-Habib Muhammad Alhaddad, Malang
–    8-Ust Nasihin, Bangil.
–    9- KH Imron Mahbub, Blitar.dll
–    B-Dari Luar Negri.
–    1- Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman
–    2- Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman
–    3- Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yamanhttp://buyayahya.org/profil
–    4- Syekh Muhammad Baudhon, Tarim, Yaman
–    5- Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman
–    6- DR. Ismail Kadhim Al-Aisawi, Iraq.
–    7- Habib Salim Asysyathri Tarim,Yaman
–    8- Syeh Muhammad Al-Hafid Assyingqithi, Mortania.
–    9- Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.
–    10-Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania .
–    11-DR Mahmud Assulaimani, Mesir.
–    12- Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan Mesir.

Sumber : buyayahya.org
Baca Selengkapnya

Biografi Habib Munzir Al-Musawa

          Jawaban Habib Munzir ketika ditanya biografi beliau :

Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Al-Musawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al-Mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas Cianjur Jawa barat.

Nama saya Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum'at 23 Februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393 H.

Setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma'had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa Arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari'ah Islamiyah di Ma'had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari'ah ke Ma'had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman.

Selama empat tahun, disana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur'an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, Mahabbaturrasul SAW, Ilmu dakwah, dan ilmu-ilmu syariah lainnya.

Saya kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dengan mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah saya membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, saya terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah SWT, yang membuat hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT.

Bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dan lain-lain, tapi justru mewarnai semua gerak-gerik kita dengan kehidupan yang Nabawi. Kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy.

Betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan.

Inilah Dakwah Nabi Muhammad SAW yang hakiki, masing masing dengan kesibukannya tapi hati mereka bergabung dengan satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam.

Kini majelis taklim saya yang dulu hanya dihadiri enam orang, sudah berjumlah sekitar tiga ribu hadirin, saya sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta Pusat. Saya juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa, yaitu:

  • Jawa Barat : Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang. 
  • Jawa Tengah :  Slawi Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, Sukoharjo, Jepara, Semarang.  
  • Jawa timur : Mojokerto, Malang, Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo. 
  • Bali : Denpasar, Klungkung, Negara, Karangasem. 
  • NTB : Mataram Ampenan 
  • Luar Negeri : Singapura, Johor, Kuala Lumpur.
Namun kini kesemua kunjungan keluar Jakarta telah saya cukupkan setahun sekali dengan perintah Guru saya. Dan saya pun telah menjadi Narasumber di beberapa stasion TV swasta, yaitu di Indosiar untuk acara Embun Pagi tayangan 27 menit, di ANTV untuk acara Mutiara Pagi tayangan 27menit, RCTI, TPI, Trans TV dan LA TV.

Saya membina puluhan majelis di Jakarta, yang kesemuanya mendapat giliran jadwal kunjungan sebulan sekali, selain Majelis Induk di Masjid Al-Munawar Pancoran Jakarta Selatan yang diadakan setiap Senin malam dan setiap malam Jumat di kediaman saya, maka padatlah jadwal saya setiap malamnya sebulan penuh, namun tuntutan dari wilayah wilayah baru terus mendesak saya, maka saya terus berusaha memberi kesempatan kunjungan walaupun dg keterbatasan waktu. Email pribadi saya : munziralmusawa@yahoo.com

Demikianlah sekilas dari Biografi saya, untuk memperjelas gerakan dakwah yang saya jalankan, semoga limpahan rahmat Allah swt bagi mereka yang berminat menerima seruan seruan Kelembutan Allah swt, Amin Allahumma Amin. Demikian Biografi ini saya buat.

Demikian biografi singkat yang oleh Habib Munzir bin Fuad Al Musawa diceritakan sendiri. Setiap Habib atau Sayyid atau Syarif, memiliki silsilah yang bersambung kepada Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam.

Silsilah Habib Munzir bin Fu'ad Al Musawa

Berikut adalah silsilah beliau: Al-Allamah wal Fahamah Sayyidi Syarif Al-Habib Munzir bin
  • Fuad bin 
  • Abdurrahman bin
  •  Ali bin
  • Abdurrahman bin
  • Ali bin
  • Aqil bin
  • Ahmad bin
  • Abdurrahman bin
  • Umar bin
  • Abdurrahman bin
  • Sulaiman bin
  • Yaasin bin
  • Ahmad Al-musawa bin
  • Muhammad Muqallaf bin
  • Ahmad bin
  • Abubakar Assakran bin
  • Abdurrahman Assegaf bin
  • Muhammad Mauladdawilah bin
  • Ali bin
  • Alwi Alghayur bin
  • Muhammad Faqihil Muqaddam bin
  • Ali bin
  • Muhammad Shahib Marbath bin
  • Ali Khali’ Qasim bin
  • Alwi bin
  • Muhammad bin
  • Alwi bin
  • Ubaidillah bin
  • Ahmad Almuhajir bin
  • Isa Arrumiy bin
  • Muhammad Annaqib bin
  • Ali Al Uraidhiy bin
  • Jakfar Asshadiq bin
  • Muhammad Albaqir bin
  • Ali Zainal Abidin bin 
  • Husein dari Fathimah Azahra Putri Rasululullah SAW. 

Guru-Guru dan Salah Satu Sanad Guru Habib Munzir Al Musawa

Adapun guru-guru beliau antara lain:
  • Habib Umar bin Hud Al-Athas (cipayung), 
  • Habib Aqil bin Ahmad Alaydarus,
  • Habib Umar bin Abdurahman Assegaf,
  • Habib Hud Bagir Al-Athas
Di pesantren Al-Khairat beliau belajar kepada
  • Ustadz Al-Habib Nagib bin Syeikh Abu Bakar
Di Hadramaut beliau belajar kepada
  • Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim (Rubath Darul Mustafa) 
  • juga sering hadir di majelisnya Al-Allamah Al-Arifbillah Al-Habib Salim Asy-Syatiri (Rubath Tarim).
Dan yang paling berpengaruh di dalam membentuk kepribadian beliau adalah
  • Guru mulia Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim.
Sanad keilmuan beliau adalah: 
  • Al-Habib Munzir bin fuad Al-Musawa berguru kepada 
  • Guru Mulia Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Musnid Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim,
  • Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf,
  • Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Abdullah Assyatiri,
  • Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (simtuddurar),
  • Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Abdurrahman Al-Masyhur (shohibulfatawa),
  • Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abdullah bin Husen bin Thohir,
  • Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Umar bin Seggaf Assegaf,
  • Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Hamid bin Umar Ba’alawiy,
  • Al-Allamah Al-Habib Al-Hafizh Ahmad bin Zein Al-Habsyi,
  • Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad (shohiburratib),
  • Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Husein bin Abubakar bin Salim, (kepada ayahnya)
  • Al-Imam Al-Allamah Al-Habib Abubakar bin Salim (fakhrulwujud),
  • Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin,
  • Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abdurrahman bin Ali (Ainulmukasyifiin), (kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Ali bin Abubakar (assakran), (kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf, (kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abdurrahman Assegaf, (kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Muhammad Mauladdawilah, (kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Ali bin Alwi Al-ghayur, (kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Hafizh Al-Imam faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy, (kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Ali bin Muhammad Shahib Marbath, (kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Ali Khali’ Qasam bin Alwi,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Alwi bin Muhammad,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Muhammad bin Alwi,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Alwi bin Ubaidillah,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin Isa Arrumiy,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqib,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al-Uraidhiy,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Ali Al-Uraidhiy bin Ja’far Asshadiq,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Ja’far Asshadiq bin Muhammad Al-Baqir,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin,(kepada ayahnya)
  • Al-Allamah Al-Imam Ali Zainal Abidin Assajjad,(kepada ayahnya)
  • Al-Imam Husein ra,(kepada ayahnya)
  • Al-Imam Ali bin Abi Thalib ra,(kepada ayahnya)
Dan beliau berguru kepada Semulia-mulia Guru, Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW, maka sebaik-baik bimbingan guru adalah bimbingan Rasulullah SAW. 

Wafat

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, pada Ahad 15 September 2013 atau 9 Dzul-Qa'dah 1434 H, sekitar pukul 15.30 WIB.
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
"Hanyalah yang memiliki khasy-yah (takut) kepada Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya adalah para 'ulama". (QS. Fathir : 28)
                http://majelisrasulullah.org
Baca Selengkapnya

HAKIKAT & ESENSI SHALAT

Oleh : Buya Yahya
(Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)


Sholat adalah satu amalan yang amat khusus yang menggambarkan kedekatan seorang hamba dengan allah SWT, dan kepatuhan seorang hamba disaat mendengar seruan
حي على الصلاة “ hayya ‘alassholaah ” untuk kembali bermunajat dan menghadap kepada Allah SWT. Memang hendaknya kita senantiasa merasa di hadapan Allah SWT, akan tetapi dengan sholat, ikatan antara kita dengan Allah SWT semakin dikukuhkan. Sehingga siapapun yang melakukan sholat seolah-olah ia telah bermunajat kepada Allah SWT secara lahir maupun bathin dan memperbarui kesadaran kalau dirinya adalah hamba Alloh. Seseorang yang melakukan sholat hendaknya ia sadar dengan bathinnya bahwa disaat itu ia di hadapan Allah SWT. Maka orang yang hanya melaksanakan sholat secara lahir ia akan merasa tidak betah dengan sholat, ingin sholat buru-buru dan sebagainya. Ia tidak merasakan kekhusyu’an dan tidak menyadari dengan hatinya bahwasannya ia tengah bermunajat kepada Allah .
Sholat sebagai pengukuhan kembali bagaimana seorang hamba membenahi hubungannya dengan Allah SWT akan tetapi pada hakekatnya adalah sekaligus muqoddimah untuk menjalin hubungan baik dengan manusia untuk mencari ridho Allah SWT.Yang mencermati dengan seksama bacaan di dalam sholat terdapat pendidikan yang luar biasa bagaimana seorang hamba itu harus baik kepada Allah SWT demi membangun kebaikan dengan sesama manusia atau membangun hubungan baik dengan sesama manusia demi menjaga hubungan baik kepada Alloh SWT.
Di antara bacaan didalam sholat adalah tasyahhud dimulai denagan التحيات “Attahiyyaat..” Artinya seseorang yang melakukan sholat hendaknya sadar bahwa di dalam sholatnya ia telah berusaha merasakan kedekatannya dengan Alloh. Kemudian dilanjut dengan
السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته ….
Dengan bersalam kepada Nabi Muhammad SAW artinya seorang hamba ingin merasakan kedekatanya denga Nabi Muhammad SAW
Kemudian dilanjutkan dengan :
السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
Artinya yang merasa dekat kepada Alloh dan Nabi Muhammad pasti ia akan merasa perlu untuk dekat dengan sesama manusia sebagi bukti kedekatannya kepada Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Di dalam sholat ada pendidikan untuk menjalin hubungan baik kita kepada Allah SWT, dengan Rasulullah SAW dan dengan sesama manusia. Kalau kita cermati lagi dipungkasan sholat kita mengucapkan “Assalamu‘alaikum..” yang maknanya adalah do’a keselamatan untuk siapapun yang ada di kiri kanan kita. Maknanya hendaknya orang yang sudah melakukan sholat senatiasa menebarkan kebaikan kepada sesama. Sehingga kalau seseorang sholatnya benar-benar dirasakan oleh lahir dan batinnya maka sholat akan menghantarkan kepada seorang hamba untuk mencapai kemulyaan sejati yaitu jauh dari kemungkaran dan kekejian.
تنهى عن الفخشاء و المنكر…
“ Shalat akan menghentikan kemungkaran dan kekejian ”
Mungkin ada yang bertanya : “ Kenapa ada orang melakukan shalat, akan tetapi masih melakukan kemungkaran? “ Hal itu karena seseorang belum menyadari secara maknawi kalau dirinya sudah sholat. Sholat yang dilakukan tidak disadari sebagai rasa penghambaanya kepada Alloh. Atau mungkin tidak untuk mengagungkan Alloh tetapi justru untuk mengagungkan dirinya untuk disebut sebagai ahli sholat. Sholat untuk aksi saja agar dilihat oleh seseorang sebagai hamba yang peduli dengan sholat, sehingga saat melakukan sholat bukan hatinya dengan Alloh akan tetapi hatinya dengan manusia yang telah menyanjungnya.
Sholat khusyu bukan sholat yang pelakunya diam seperti patung akan tetapi sholat khusyu adalah sholat yang di barengi hati yang sadar kalau saat itu bermunajat kepada Alloh.benar Nabi menjelaskan tanda khusuk batin adalah karena adanya khusyu lahir.Akan tetapi itu sekedar tanda namun hakekatnya adalah apa yang ada di hati yang di lihat oleh Alloh SWT.
Ada maqam dan martabat yang luar biasa agung dan tinggi, yaitu Maqam Ihsan. Shalat adalah untuk mengasah diri untuk sampai maqam ihsan. Orang beriman kepada Allah kemudian melakukan ibadah yang namanya shalat, dengan sholat seseorang membiasakan bagaimana menyadari dirinya di hadapan Allah SWT, kemudian setelah itu bagaimana di luar sholat dia merasa terus dikontrol oleh Allah SWT.
ان تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك….
“ Engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihatNya jika kamu tidak bida merasakan ini maka sadarilah bahwa Alloh melihatmu “
“ Kita merasa dilihat oleh Allah SWT ” itulah Maqam Ihsan. Sholat adalah langkah tercepat menuju maqam ini dan dengan itulah sholat akan mempunyai makna menghentikan kemungkaran dan kekejian . Wallahu a’lam bisshowab

Sumber : www.buyayahya.orgwww.buyayahya.netwww.albahjah.tv
Baca Selengkapnya

MAKLUMAT FPI TENTANG ISIS

MAKLUMAT FPI TENTANG ISIS
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sehubungan dengan polemik tentang ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) yang telah mendeklarasikan KHILAFAH  ISLAMIYYAH dan telah menimbulkan pro kontra di seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia, maka Dewan Pimpinan Pusat - Front Pembela Islam di Jakarta telah melakukan Kajian Komprehensif terhadap semua Data Primer dan Sekunder terkait ISIS, baik data yang positif maupun negatif, agar bisa mengambil kesimpulan yang objektif, jujur dan adil.
Demi mencari Ridho Allah SWT dan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, serta memelihara keutuhan NKRI, maka FPI menyerukan seluruh komponen bangsa, khususnya MPR RI dan DPR RI serta DPD RI, teristimewanya Pemerintah RI dan segenap jajaran penegak hukumnya, Sipil dan TNI / POLRI, agar cerdas, cermat dan teliti, serta waspada dan hati-hati, dalam menyerap dan menyikapi setiap issue TERORISME dan TERORISASI, serta propaganda ANTI ISLAM yang dilancarkan oleh Media Global mau pun Lokal, sehingga tidak terjebak ataupun terperangkap permainan intelejen internasional dalam politik adu domba yang menyebabkan DISINTEGRASI bangsa.
Karenanya, mengacu kepada VISI MISI FPI sejak didirikan pada 17 Agustus 1998, yaitu Penerapan Syariah Islam dan Penegakan Khilafah Islamiyah melalui jalan Da’wah, Hisbah dan Jihad sesuai Manhaj Nubuwwah, maka dengan ini FPI menyatakan sikap sebagai berikut:
1. FPI tetap ISTIQOMAH dalam perjuangan Penerapan Syariat Islam secara Kaaffah di NKRI melalui koridor syar’i dan konstitusi.
2. FPI tetap SETIA mendukung Gerakan Jihad Islam di seluruh dunia dalam melawan segala bentuk KEZALIMAN Hegemony Global (NEW IMPERIALISME) untuk menuju terbentuknya Khilafah Islamiyah ‘Alamiyyah sesuai manhaj Nubuwwah.
3. FPI menolak keras segala bentuk peperangan dan kekerasan SEKTARIAN antar sesama muslim yang disebabkan karena perbedaan madzhab yang tidak berakar pada masalah USHULUDDIN dengan mengatas-namakan JIHAD.
4. FPI menyerukan SELURUH Gerakan Jihad Islam agar bersatu dan bahu membahu dalam melaksanakan JIHAD yang SYAR’I tanpa membunuh atau menganiaya WARGA SIPIL yang tidak terlibat dalam peperangan, apapun madzhab dan agamanya.
5. FPI mendukung SERUAN dan NASIHAT Pimpinan Al-Qaidah Syeikh Aiman Az-Zhowahiri bahwa seluruh komponen Jihad Al-Qaidah baik Pasukan Syeikh Muhammad Al-Jaulani di Syria maupun Pasukan Syeikh Abu Bakar Al-Baghdadi di Iraq, serta komponen Jihad Al-Qaidah lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap Muhajidin Islam di seluruh Dunia untuk melanjutkan Jihad di Syria, Iraq, Palestina, dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas.
Demikian Maklumat FPI ini dibuat untuk menjadi pegangan bagi seluruh pengurus, aktivis, laskar, anggota dan simpatisan FPI diseluruh Dunia.
Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’mannashir
La Hawla wa la Quwwata illa billah
Jakarta, 11 Syawal 1435 H / 8 Agustus 2014 M
Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam
Al-Habib Muhsin bin Ahmad Alattos
Ketua Umum
KH. Ja’far Shiddiq, SE
Sekretaris Umum
Mengetahui
Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA

Imam Besar


Sumber : www.habibrizieq.com
Baca Selengkapnya